Cara Membuat Kompos Sederhana

Kompos adalah hasil penguraian campuran bahan-bahan organik oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, baik aerobik atau anaerobik. Membuat kompos sekala rumah tangga atau membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dapat dilakukan dengan sederhana. Yaitu dengan menggunakan Teknologi Lubang Resapan Air Hujan Biopori. Halah… kok pake Teknologi Lubang Resapan Air Hujan Biopori segala? Katanya sederhana?

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (dikutip dari http://www.biopori.com )

Bingung? Teknologi Lubang Resapan Air Hujan Biopori itu semacam sumur kecil dengan diameter 10-30 cm dengan kedalaman 100 cm atau samapi kedalaman air tanah  bila kedalaman air tanah kurang dari 100 cm. Ini bisa dibuat dimanapun dipekarangan rumah kita.  Fungsinya adalah untuk resapan air hujan.

Lho, tetapi halaman rumah saya semuanya dicor atau diconblok? Justru itu perlu dibuat biopori ini agar air hujan meresap lebih banyak ke tanah pekarangan kita. Sumur kecil ini bisa kita buat di sepanjang saluran air, di bawah pohon, atau bahkan di halaman yang berkonblok atau beton. Ya diambil conbloknya atau di buka beton nya lalu di buat lubang sedalam 100 cm diameter 10 cm s.d. 30 cm. Agar tidak mengganggu, lubang ini bisa kita tutup dengan kaleng yang seukuran dengan lobang dan sudah di lubangi dasarnya – untuk jalan air masuk ke sumur biopori. Pasang terbalik, bagian dasar kaleng diatas, untuk menutupi lubang sumur biopori.

Lha caranya buat kompos?

  1. Pisahkan sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Ciri sampah organik itu bisa cepat membusuk.
  2. Sampah anorganik terserah mau dikemanakan. Kalu masih laku dijual, mending dijual saja.
  3. Untuk sampah organik, masukkan kedalam lubang biopori tersebut. jangan penuh penuh. cukup 2/3 kedalaman saja.
  4. Tutup lubang biopori
  5. Sudah! Biarkan sampai beberapa minggu. Kalau sudah terurai senua alias sudah jadi tanah semua, bukankah bisa dijadikan media tanam?

Pengomposan seperti ini memang bagian dari Teknologi Biopori itu sendiri. Biopori dimaksudkan sebagai pori pori dalam tanah yang terjadi karena aktifitas fauna pengurai seperti  cacing, mikroba dll. Nah.. sampah organik tadi akan menimbulkan aktifitas itu. Dengan terjadinya pori pori di dalam tanah, tanah lebih mampu menahan air tanah.

Selamat Mencoba…

powered by : crystal x dan avail

About these ads

Posted on Juni 13, 2010, in teknologi tepat guna and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: