Teknis Budidaya Labu Kuning – Labu Parang

Labu parang sering disebut juga Waluh. Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat menyukai labu parang untuk digunakan sebagai kolak, dodol atau bahan kue-kue. Banyak manfaat Buah Labu Kuning, bisa dilihat di sini
Kadang-kadang labu yang tua digunakan sebagai bahan makanan pokok tambahan. Bijinya dapat dibuat kuwaci. Labu parang yang sudah tua dapat disimpan hingga 4-5 bulan lamanya. Labu parang dapat ditanam didataran rendah sampai dataran ringgi.
Tanaman labu yang ditanam ditegalan, sawah tadah hujan ataupun pekarangan menggunakan para-para, tetapi ada juga yang dibiarkan tumbuh menjalar dipermukaan tanah.
Syarat-syarat Tumbuh
Tanaman labu parang dapat tumbuh ditempat yang berhawa panas dan dingin. Iklim yang dikehendaki adalah iklim kering. Didaerah yang curah hujanya tinggi sebaiknya ditanam di musim kemarau, tetapi sebaiknya didaerah kering ditanam dimusim penghujan.
Tanaman labu memerlukan, tanah yang subur dan gembur. Ditempat yang agak tandus tanaman ini dapat tumbuh juga asalkan dipupuk dengan pupuk kompos atau pupuk kandang secukupnya.
Bibit
Untuk bibit dugunakan biji-biji yang lebih tua.
Cara Tanam dan Pemeliharaan
1. Lubang penanaman dan pemupukan dasar
Setiap tanaman labu parang memebutuhkan satu lubang penanaman dengan diameter 25 cm dan dalamya 20 cm.
Setiap lubang tanaman harus diisi dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 kg. kompos atau pupuk kandang itu harus dicampur dengan tanah galian sehingga menjadi gundukan kecil.
2. Cara bertanam
Seminggu setelah lubang tanaman itu dibuat, maka disetiap gundukan tanah dan pupuk itu dibenamkan 2 biji bibit labu. Bijii-biji labu itu ditanam, harus ditaburi dengan abu sekam atau dapur sebagai penolak hama bekicot dan cacing.
Pemakaian abu dapur dilakukan sampai tanaman tumbuh setinggi 25 cm.
3. Tunas dan para-para
Dianjurkan supaya tanaman labu parang itu dirambatkan keturus turus dan para-para yang sangat kuat.
Berat labu parang itu sekitar 3-5 kg. jadi harus disediakan para-para yang benar-benar kuat karena disetiap tanaman dapat berbuah hingga 10 buah.
Cara membuat para-para yang kuat mula-mula lanjarkan bambu dipotong dengan ukuran 2 m. ukuran tersebut dinaksudakan untuk tiang para-para setinggi 1,5 m diatas permukaan tanah dan 0,5 m didalam tanah..lebih pasnya lagi tinggi tiang disesuaikan dengan tinggi badan karena berhubungan dengan kemudahan dan pemeliharaanya. Untuk satu bibit diperlukan emapat batang tiang dan satu turus. Setelah empat tiang dipancangkan, kemudian dipasang batang-batang bambu dihubungkan keempat tiang tersebut dan diatas batang bambu tersebut dan dipasang bambu-bambu yang telah dibelah menjadi 2 bagian.
4. Penyiangan dan pembumbunan tanaman
Penyiangan rumput perlu dilakukan 2-3 kali yaitu pada waktu tanaman berumur 10 hari, 3 minggu dan 6 minggu. Membunbun tanaman dilakukan 2 kali yaitu yaitu pada waktu tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu.
5. Pemupukan tanaman
Kalau tanaman labu parang dibiarkan tumbuh dan berproduksi lebih dari 6 bulan, maka setiap 3 bulan sekali perlu diberi tambahan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 kg.
6. Kebutuhan
Untuk menjaga kelembaban akar, maka dianjurkan untuk menaruh mulch yang terdiri adri jerami atau rumput kering disekitar tumbuhan labu.

Kalua kelembaban melebihi ukuran dari yang dibutuhkan, maka buah akan berkurang. Sebaliknya daun-daun kan rimbun. Kalau daun- daun terlalu rimbun maka pucuk-pucuk batangnya harus dipotong, dalam praktek diketahui bahwa pemotongan pucuk-pucuk batang adpt memperbaiki pertumbuhan buah. Selain itu diupayakan agar bunga labu parang muadah dilihat kupu-kupu dan lebah agar lebih banyak terjadi penyerbukan dan pembuahan.

Powered by Crystal X

Posted on Maret 19, 2012, in Budidaya Tanaman. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. bagaimana cara pemangkasan pucuk labu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: