Budidaya Buah Naga

Kesempatan kali ini dicoba dipaparkan cara budidaya buah naga. Buah naga dalam bahasa inggris dikenal sebagai Pitaya. Sedangkan Pitaya dalam bahasa jawa artinya adalah cekatan. Buah naga ini masuk dalam jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Asal Buah ini dari negara Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Tapi bukan bunga sedap malam.

1. Persyaratan tanam:

Untuk buah naga, jenis tanah atau lahan apa saja dapat di lakukan penanaman. Yang penting terpapar sinar matahari secara penih. Lahan di Daerah tropis cocok untuk Tanaman ini. Di Pantau, atau di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan laut adalah lahan paling cocok untuk menanam buah naga. Lebih baik lagi dengan tanah yang gembur, berpori, banyak mengandung bahan organik dan banyak mengandung unsur hara dan tentu saja ini bisa diupayakan. Ph tanah ideal adalah 5 – 7 dengan air yanng cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air. Paparan matahri penuh diperlukan untuk porses generatif atau pembungaan dan pembentukan buah.

2. Persiapan lahan

Diperlukan tiang penopang untuk tegakan tanaman, biasanya tiang beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, dan dibagian atas diberi beton berbentuk hhurf X sebagai penopang cabang tanaman buah naga. Tiang ini ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Sebulan sebeium tanam, terlebi dahulu dibuatkan lubang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga .Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg atau supermasa dicampur dengan tanah

3. Persiapan bibit

Bibit dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam
berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Setelah tunas muncul dari cara stek ini, setiap seminggu sekali disemprot dengan poc nasa dan hormonik. Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan

4. Pemeliharaan

a.Pengairan
Pada tahap awal pertumbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan

b. Pemupukan
Pemupukan tanaman diberikan pupuk kandang atau super nasa, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg. Setiap seminggu sekali, disemprot dengan POC NASA dan hormonik.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Sementara belum ditemukan adanya serangan hama dan penyakit yang potensial. Pembersihan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman c. Pemangkasan Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga (sekitar 2 m), dan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.

5. Panen

Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pada masa masa pembentukan bunag dan buah ini, pemupukan dengan POWER NUTRISI akan memperbaiki mutu dan kuantitas bunga dan buah. Penyemptotan dengan POC NASA dan Hormonik tetap dilakukan seminggu sekali.

POC NASA, Hormonik, Supernasa. Power Nutrisi yang digunakan dalam budidaya ini dipasarkan oleh PT Natural Nusantara. Selain produk produk tersebut, PT Natural Nusantara juga merupakan main distributor Crystal X.

Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram.
Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret.
Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun.

Buah naga biasa dikonsumsi kangsung dan dikenal di masyarakat sebagai penangkal stroke. Bisa juga dikonsumsi sebagai Jus Buah Naga. Apa saja Manfaat Buah Naga ini? Buah nagadipercaya berkhasiat untuk Penyeimbang kadar gula darah, membersihkan darah, Menguatkan ginajal, Menyehatkan lever, Perawatan kecantikan, Menguatkan daya kerja otak, Meningkatkan ketajaman Mata, Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan, Mensatbilkan Tekanan Darah, Mengurangi Keluhan Keputihan, Mengurangi Kolesterol dan mencegah Kanker usus, Mencegah Sembelit dan Memperlancar Feses.Terlepas dari manfaat itu semua, yang jelas makan Buah Naga Merah yang sudah masuk kulkas, rasanya, suegerrrr… Anda tertarik menanam atau mau makan buah naga atau mau minum jus buah naga? Silahkan dicoba….

Posted on Desember 8, 2012, in Budidaya Tanaman and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: